Bonsai Beringin

Bonsai

Satu lagi pohon yang bisa dibuat adalah bonsai beringin (Ficus benjamina). Beringin sebagai bonsai memiliki beberapa keunggulan, seperti daunnya yang sangat rimbun, akar yang mudah dibentuk menjadi berbagai gaya, serta daya tahan tumbuhan beringin yang dapat menyesuaikan diri dengan media tanam yang terbatas. Beringin disebut pula sebagai bonsai khas Indonesia. Salah satu contoh jenis beringin yang sangat indah dijadikan bonsai adalah beringin Filipina.

Namun, jika kamu memang menginginkan kehadiran dari tanaman ini di taman rumahmu, kamu bisa membuat sendiri tanaman bonsai beringin untuk tamanmu, lho. Tertarik mencobanya? Ikuti saja langkah-langkah membuat tanaman bonsai sederhana berikut!

Persiapan Awal Membuat Pohon Bonsai

Sebelum memulai membuat pohon bonsai, ada beberapa bahan dan persiapan yang perlu kamu sediakan. Pertama, sediakan bibit bonggol beringin. Kamu bisa membeli bonggol pohon beringin ini langsung atau mencangkoknya dari pohon beringin yang sudah ada.

Dalam memilih bonggol, pastikan kamu memilih bonggol yang besar. Bentuk dari bonggol juga perlu kamu perhatikan, karena akan mempengaruhi bentuk dan arah tumbuh dari bonsai nantinya.

Selanjutnya, siapkan pot dan media tanam. Alat-alat lain yang kamu perlukan untuk membuat pohon beringin adalah kawat stainless steel berukuran 3 mm dan juga gunting tanaman. Selama proses penanaman awal dan perawatan bonsai beringin, kamu juga mungkin akan memerlukan pupuk tanaman.

Mempersiapkan Media Tanam

Berbeda dengan tanaman hias pada umumnya yang memerlukan banyak nutrisi, tanaman bonsai justru tidak boleh sampai menerima nutrisi atau unsur hara yang berlebihan agar mampu bertahan dan tumbuh dengan baik.

Untuk itu, media tanam untuk bonsai beringin milikmu harus dikomposisikan sedemikian rupa agar unsur hara yang terdapat pada media tanam. Pilihlah media tanam yang sedikit lebih padat dengan mencampur tanah humus yang bisa didapat dengan mudah di toko penyedia alat dan bahan pertamanan dengan sedikit bebatuan atau kerikit kecil.

Proses Pemangkasan Bonsai Beringin

Sebelum kamu mulai menanam bonsai, ada baiknya kamu memangkas terlebih dahulu akar dari bonggolnya untuk mengindari pertumbuhan akar yang berlebihan dan membuat ruang untuk media tanam menjadi berkurang, sehingga nutrisi bonsai justru sulit terpenuhi.

Selain akar, pangkas juga daun bonsai untuk membantu adaptasi awal pada proses penanaman salah satu jenis tanaman hias ini. Setelah penanaman berhasil, pemangkasan daun ini juga harus tetap kamu lakukan pada bonsai beringin untuk membuatnya tetap terlihat cantik dan rapi.
Mulai Tanam dan Bentuk Pohon

Setelah media tanam dan bonggol pohon bonsai beringin siap, kamu bisa mulai menanam bonggol bonsai pohon beringin yang kami miliki. Selanjutnya, dengan kawat stainless steel berukuran 3 mm yang sudah kamu siapkan, mulailah membentuk pola dari bonsai beringin yang kamu inginkan dengan melilihkan kawat tersebut pada dari bagian bonggol hingga dahan-dahan dan membentuknya sesuai pola bonsai yang kamu inginkan.

Lakukan proses pembentukan pohon bonsai beringin ini dengan perlahan dan hati-hati. Meskipun perlahan, buat lilitan dari kawat pada dahan pohon bonsai beringin sekuat dan sekencang mungkin agar pola bonsai beringin lebih cepat terbentuk.

Proses pembentukkan pohon bonsai beringin ini memerlukan waktu yang lama dan tak tentu, bahkan pada beberapa kasus bisa sangat lama. Jadi, jangan buru-buru melepas lilitan kawat pada pohon bonsai beringin. Saat kamu merasa pola sudah mulai terbentuk, lepaslah kawat pada pohon bonsai beringin secara periodik satu per satu.

Selama proses pembentukan ini, jangan lupa untuk terus lakukan pemangkasan daun bonsai beringin secara berkala menggunakan gunting khusus tanaman bonsai, terutama saat kamu merasa pertumbuhan daun sudah terlalu banyak.

Jaga Asupan Nutrisi dengan Pemberian Pupuk yang Benar

Dalam proses berkebun, pemupukan adalah langkah wajib untuk memastikan tanaman bisa bertumbuh kembang dengan baik. Hal inipun berlaku bagi pohon bonsai yang kamu miliki.

Pada dasarnya, kamu bisa menggunakan pupuk apapun untuk tanaman bonsai milikmu. Hanya saja, pastikan pupuk yang kamu pilih untuk bonsai milikmu mengandung nitrogen, fosfor, dan juga potassium karena ketiga unsur ini adalah unsur-unsur yang diperlukan oleh tanaman bonsai untuk dapat bertumbuh dengan baik.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, karena pohon bonsai tak boleh sampai kelebihan asupan nutrisi, pemupukan juga harus dilakukan seperlunya saja. Lakukan pemupukan dengan takaran yang tak berlebihan dan jangan lakukan terlalu sering untuk memastikan bonsai tidak menerima terlalu banyak nutrisi yang justru akan merusak pertumbuhannya.

Meskipun memerlukan proses yang lama dan panjang, membuat sendiri bonsai beringin untuk menghiasi taman impianmu nggak mustahil, bukan? Jangan lupakan masalah perawatan akan tanaman bonsai beringin pada fase awal, yaitu dalam proses adaptasi perpindahan media tanam. Proses adaptasi ini umumnya memerlukan waktu mulai dari 2 minggu hingga 3 minggu lamanya.

Selama periode ini, biarkan akar dari bonsai beradaptasi dan pulih dengan tidak memberikan pupuk sama sekali. Selain itu, taruh bonsai pada area yang tidak terkena cahaya matahari secara langsung.

Setelah bonsai sudah cukup dewasa, kamu bisa mulai perlahan memindahkannya ke area taman yang mendapatkan sinar matahari lebih banyak. Jangan lupa juga untuk selalu perhatikan pemangkasan daun dan juga pemupukan setelah bonsai sudah dewasa agar pertumbuhan bonsai beringin tetap baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *